Cara Buat Akun Shopee Affiliate

Cara Buat Akun Shopee Affiliate – Pernahkah kamu membayangkan bisa mendapatkan penghasilan tambahan hanya dengan merekomendasikan produk yang kamu sukai? Atau mungkin kamu seorang content creator yang ingin mengoptimalkan kontenmu agar menghasilkan cuan? Jika iya, maka Shopee Affiliate Program bisa jadi jawabannya! Program ini telah menjadi salah satu cara paling populer bagi banyak orang untuk mendapatkan penghasilan pasif di Indonesia.

Bayangkan saja, kamu cukup membagikan link produk Shopee, dan ketika ada yang membeli melalui link tersebut, kamu mendapatkan komisi. Kedengarannya sederhana, bukan? Tapi tunggu dulu, sebelum kamu terburu-buru mendaftar, ada baiknya kamu memahami seluk-beluk program ini terlebih dahulu.

Shopee Affiliate adalah program yang menawarkan penghasilan tambahan atau komisi bagi individu, terutama para content creator yang aktif di media sosial. Caranya dengan mempromosikan berbagai produk di Shopee dan menyertakan custom link produk yang akan dipromosikan. Program ini memberikan komisi untuk setiap pembelian dari custom link yang memenuhi syarat.

Sebagai seseorang yang pernah mencoba berbagai platform affiliate marketing, saya bisa bilang Shopee Affiliate punya keunggulan tersendiri. Pertama, platformnya sudah sangat familiar di kalangan masyarakat Indonesia. Kedua, sistemnya relatif mudah dipahami bahkan untuk pemula. Dan yang paling menarik, tentu saja, adalah potensi penghasilannya yang cukup menggiurkan!

Saya masih ingat ketika pertama kali mencoba program ini. Waktu itu saya hanya iseng membagikan link produk skincare favorit ke grup WhatsApp keluarga. Tidak disangka, beberapa hari kemudian ada notifikasi komisi masuk! Meskipun nominalnya tidak seberapa, tapi sensasi mendapatkan “uang gratis” itu benar-benar menyenangkan. Sejak saat itu, saya mulai serius mendalami Shopee Affiliate.

Nah, dalam artikel ini, saya akan membagikan panduan lengkap tentang cara membuat akun Shopee Affiliate, mulai dari persyaratan, langkah-langkah pendaftaran, hingga tips mengoptimalkan penghasilan. Artikel ini cocok untuk kamu yang baru mengenal dunia affiliate marketing maupun yang sudah punya pengalaman tapi ingin mencoba platform baru. Jadi, siapkan catatan dan mari kita mulai perjalanan menghasilkan cuan dari Shopee Affiliate!

Apa Itu Shopee Affiliate Program dan Keuntungannya

Ilustrasi Shopee Affiliate Program dan keuntungannya

Shopee Affiliate Program adalah platform yang memungkinkan kamu untuk mendapatkan komisi dengan mempromosikan produk-produk yang ada di marketplace Shopee.

Konsepnya sederhana: kamu membagikan link produk Shopee yang sudah dimodifikasi (custom link), dan ketika ada yang melakukan pembelian melalui link tersebut, kamu akan mendapatkan komisi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Program ini dirancang khususnya untuk para content creator, blogger, influencer, atau siapa saja yang memiliki audiens di platform digital. Menurut Monica Vionna, Director of Marketing Growth Shopee Indonesia, kemajuan teknologi yang telah melahirkan berbagai inovasi telah menawarkan masyarakat peluang dan kesempatan baru yang dapat dimanfaatkan dengan mudah. Salah satunya adalah mengeksplorasi potensi dan mendapatkan keuntungan melalui kreativitas.

“Melalui Shopee Affiliates, masyarakat diberikan platform untuk berkreasi dalam membuat konten atau video yang dapat menarik pengguna untuk berbelanja produk yang tersedia di aplikasi Shopee.

Tidak hanya menawarkan platform, Shopee Affiliate juga menghadirkan beragam keuntungan melalui komisi yang diberikan, baik Fixed Commission maupun XTRA Commission sesuai dengan ketentuan yang berlaku, bahkan produk dan voucher gratis dengan mengikuti campaign,” ujarnya.

Berbicara tentang keuntungan, ada beberapa hal menarik yang bisa kamu dapatkan dengan bergabung di program ini:

  • Fixed Commission hingga 10% untuk produk Shopee Mall, Supermarket, Star+ dan Star
  • XTRA commission yang diberikan dari penjual hingga 100% di atas fixed commission
  • Produk dan Voucher GRATIS dengan mengikuti campaign Shopee
  • Bergabung dengan Komunitas Shopee Affiliates dan ikut dalam berbagai kegiatan untuk bertukar ide dan tumbuh bersama content creator untuk mengoptimalkan konten yang dibuat hingga keuntungan yang didapat

Beberapa kegiatan seru yang diselenggarakan antara lain:

  • Gathering dengan content creator se-Indonesia: Shopee saat ini mengadakan Shopee Creator Meetup, kegiatan roadshow untuk para content creator yang bergabung dengan Shopee Affiliates untuk saling mengenal dan berdiskusi tentang konten.
  • Webinar edukasi gratis dari pembicara pilihan: sesi belajar online bulanan tentang cara membuat konten yang menarik, meningkatkan engagement rate di media sosial, dan masih banyak lagi.
  • Konten edukasi & live streaming: konten live streaming yang bertujuan menjawab pertanyaan seputar Shopee Affiliate.

Dari pengalaman pribadi, saya merasakan bahwa salah satu keunggulan Shopee Affiliate dibandingkan program serupa adalah kemudahan penggunaannya. Interface-nya user-friendly dan proses pendaftarannya relatif straightforward.

Selain itu, karena Shopee adalah marketplace yang sudah sangat populer di Indonesia, lebih mudah untuk meyakinkan orang membeli produk melalui platform yang sudah mereka percaya.

Cara Atur Fitur Program Afiliasi Shopee

Persyaratan Membuat Akun Shopee Affiliate

Checklist persyaratan membuat akun Shopee Affiliate

Sebelum kamu mulai mendaftar, ada beberapa persyaratan yang perlu kamu penuhi untuk membuat akun Shopee Affiliate. Persyaratan ini penting untuk memastikan bahwa program ini diikuti oleh orang-orang yang serius dan memiliki potensi untuk sukses dalam mempromosikan produk Shopee.

Pertama-tama, kamu harus sudah memiliki akun Shopee aktif. Jika belum punya, kamu perlu membuat akun Shopee terlebih dahulu dan melakukan verifikasi nomor telepon serta email. Ini adalah langkah dasar yang wajib dilakukan sebelum bisa mendaftar program affiliate.

Selanjutnya, kamu perlu memiliki platform digital seperti blog, website, media sosial (Instagram, TikTok, YouTube, Facebook, Twitter), atau platform lainnya dengan jumlah pengikut atau traffic yang cukup.

Meskipun Shopee tidak menyebutkan angka pasti minimal followers yang dibutuhkan, tapi berdasarkan pengalaman, akun dengan minimal 1000 followers memiliki peluang lebih besar untuk diterima.

Selain itu, konten di platform digitalmu sebaiknya relevan dengan produk-produk yang dijual di Shopee. Misalnya, jika kamu seorang beauty blogger, akan lebih mudah untuk mempromosikan produk-produk kecantikan yang ada di Shopee. Atau jika kamu fokus pada konten gadget, kamu bisa mempromosikan produk-produk elektronik.

Kamu juga perlu memiliki KTP yang valid untuk proses verifikasi identitas. Ini penting karena berkaitan dengan pembayaran komisi nantinya. Shopee perlu memastikan bahwa mereka membayar komisi kepada orang yang tepat.

Terakhir, kamu perlu memiliki rekening bank atas nama sendiri untuk menerima pembayaran komisi. Shopee biasanya mentransfer komisi ke rekening bank yang terdaftar pada tanggal yang telah ditentukan.

Dari pengalaman pribadi, saya menyarankan untuk mempersiapkan semua persyaratan ini dengan baik sebelum mendaftar. Saya pernah mencoba mendaftar dengan terburu-buru tanpa mempersiapkan semuanya, dan akhirnya aplikasi saya ditolak. Setelah mempersiapkan semuanya dengan lebih baik dan mendaftar ulang, barulah aplikasi saya diterima.

Oh iya, satu hal lagi yang perlu diingat: pastikan kontenmu tidak mengandung hal-hal yang melanggar ketentuan Shopee, seperti konten dewasa, kekerasan, atau hal-hal kontroversial lainnya. Shopee cukup ketat dalam hal ini, dan mereka bisa menolak aplikasimu jika kontenmu dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai mereka.

Cara Membuat Akun Shopee Affiliate

Setelah memastikan kamu memenuhi semua persyaratan, saatnya untuk mulai proses pendaftaran. Berikut adalah langkah-langkah detail untuk membuat akun Shopee Affiliate:

  1. Buka Situs Shopee AffiliateLangkah pertama, kunjungi situs resmi Shopee Affiliate di affiliate.shopee.co.id melalui browser di smartphone atau komputer kamu. Pastikan kamu menggunakan browser yang sudah diupdate ke versi terbaru untuk menghindari masalah teknis.
  2. Klik Tombol “Daftar Sekarang”Setelah halaman terbuka, kamu akan melihat tombol “Daftar Sekarang” atau “Join Now” di halaman utama. Klik tombol tersebut untuk memulai proses pendaftaran. Jika kamu sudah pernah mendaftar sebelumnya, kamu bisa langsung klik “Login” dan masukkan kredensial yang sudah ada.
  3. Login dengan Akun ShopeeKamu akan diminta untuk login menggunakan akun Shopee yang sudah ada. Masukkan nomor telepon atau email dan password yang terdaftar di akun Shopee kamu. Jika kamu belum memiliki akun Shopee, kamu perlu membuat akun terlebih dahulu melalui aplikasi Shopee.
  4. Isi Formulir PendaftaranSetelah berhasil login, kamu akan diarahkan ke formulir pendaftaran. Di sini, kamu perlu mengisi beberapa informasi penting:
    • Nama lengkap sesuai KTP
    • Nomor telepon aktif
    • Email aktif
    • Alamat lengkap
    • Informasi platform digital yang kamu miliki (blog, website, media sosial, dll)
    • URL atau link platform digital kamu
    • Jumlah followers atau traffic bulanan
    • Kategori konten yang biasa kamu buat
    • Informasi rekening bank untuk penerimaan komisi

    Pastikan semua informasi yang kamu isi adalah benar dan akurat. Kesalahan informasi bisa menyebabkan aplikasi kamu ditolak atau masalah dalam penerimaan komisi nantinya.

  5. Upload Dokumen PendukungKamu mungkin diminta untuk mengupload beberapa dokumen pendukung, seperti:
    • Foto KTP
    • Screenshot platform digital kamu
    • Bukti kepemilikan rekening bank

    Pastikan dokumen yang kamu upload jelas, tidak buram, dan sesuai dengan ketentuan ukuran file yang diminta.

  6. Baca dan Setujui Syarat dan KetentuanSebelum menyelesaikan pendaftaran, kamu perlu membaca dan menyetujui syarat dan ketentuan Shopee Affiliate. Meskipun terlihat membosankan, sangat penting untuk memahami aturan main program ini agar tidak melanggar ketentuan yang bisa menyebabkan akun kamu diblokir.
  7. Kirim Aplikasi dan Tunggu PersetujuanSetelah semua informasi terisi dan dokumen terupload, klik tombol “Kirim” atau “Submit” untuk mengirimkan aplikasi kamu. Proses review biasanya memakan waktu 3-5 hari kerja. Kamu akan mendapatkan notifikasi melalui email atau SMS ketika aplikasi kamu disetujui atau ditolak.
  8. Aktivasi AkunJika aplikasi kamu disetujui, kamu akan menerima email konfirmasi dengan instruksi untuk mengaktivasi akun Shopee Affiliate kamu. Ikuti instruksi tersebut untuk menyelesaikan proses aktivasi.
  9. Login dan Mulai Menggunakan Shopee AffiliateSetelah akun kamu aktif, kamu bisa login ke dashboard Shopee Affiliate dan mulai menjelajahi fitur-fitur yang tersedia. Di dashboard ini, kamu bisa membuat custom link, melihat statistik performa, dan mengecek komisi yang sudah kamu dapatkan.

Dari pengalaman pribadi, proses pendaftaran ini memang terlihat panjang, tapi sebenarnya cukup straightforward jika kamu sudah mempersiapkan semua dokumen dan informasi yang dibutuhkan.

Saya ingat ketika pertama kali mendaftar, saya menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk mengisi semua informasi dan mengupload dokumen. Tapi setelah itu, saya hanya perlu menunggu persetujuan yang datang sekitar 4 hari kemudian.

Satu tips dari saya: pastikan platform digital kamu sudah cukup aktif dan memiliki konten yang relevan sebelum mendaftar.

Ini akan meningkatkan peluang aplikasi kamu untuk disetujui. Saya pernah mendengar cerita teman yang aplikasinya ditolak karena Instagram-nya jarang update dan followers-nya kebanyakan akun bot.

Cara Atur Fitur Asuransi Pengiriman Shopee

Cara Menggunakan Dashboard Shopee Affiliate

Setelah akun Shopee Affiliate kamu disetujui dan diaktivasi, saatnya untuk menjelajahi dashboard dan memahami fitur-fitur yang tersedia. Dashboard ini adalah pusat kontrol untuk semua aktivitas affiliate kamu, dari membuat link hingga melihat laporan komisi.

Ketika pertama kali login ke dashboard, kamu mungkin akan merasa sedikit overwhelmed dengan banyaknya menu dan opsi yang tersedia. Tapi jangan khawatir, saya akan membantu kamu memahami fitur-fitur utama yang perlu kamu ketahui.

1. Home Dashboard

Pertama-tama, mari kita bahas tentang Home Dashboard. Di halaman ini, kamu akan melihat ringkasan performa affiliate kamu, termasuk total komisi, jumlah klik, dan konversi.

Ada juga grafik yang menunjukkan tren performa dalam periode tertentu. Ini adalah tempat yang bagus untuk mendapatkan gambaran umum tentang seberapa baik kamu melakukan sebagai affiliate.

2. Products

Selanjutnya, ada menu Products. Di sini, kamu bisa mencari produk-produk Shopee yang ingin kamu promosikan. Kamu bisa mencari berdasarkan kategori, keyword, atau bahkan langsung memasukkan link produk dari Shopee.

Setelah menemukan produk yang ingin dipromosikan, kamu bisa mengklik tombol “Generate Link” untuk membuat custom link affiliate.

3. Links

Menu Links adalah tempat di mana kamu bisa melihat semua custom link yang sudah kamu buat. Kamu bisa melihat performa masing-masing link, termasuk jumlah klik, konversi, dan komisi yang dihasilkan. Ini sangat berguna untuk mengevaluasi strategi promosi kamu dan melihat produk mana yang paling diminati oleh audiensmu.

4. Reports

Fitur Reports menyediakan laporan detail tentang performa affiliate kamu. Kamu bisa melihat data seperti jumlah klik, konversi, dan komisi dalam berbagai periode waktu (harian, mingguan, bulanan).

Laporan ini sangat berharga untuk menganalisis tren dan pola pembelian dari audiensmu. Misalnya, kamu mungkin menemukan bahwa promosi produk fashion lebih sukses di akhir pekan, sementara produk elektronik lebih laku di awal bulan saat orang baru gajian.

5. Payments

Menu Payments menampilkan riwayat pembayaran komisi yang sudah kamu terima. Di sini kamu bisa melihat detail setiap pembayaran, termasuk tanggal, jumlah, dan status.

Shopee biasanya mentransfer komisi ke rekening bank yang terdaftar pada tanggal yang telah ditentukan, biasanya sekitar tanggal 15 setiap bulannya. Perlu diingat bahwa ada minimal pembayaran yang harus dicapai sebelum komisi bisa dicairkan, biasanya sekitar Rp50.000.

6. Campaigns

Fitur Campaigns menampilkan berbagai kampanye promosi khusus dari Shopee. Kampanye ini biasanya menawarkan komisi lebih tinggi untuk produk atau kategori tertentu dalam periode waktu terbatas.

Mengikuti kampanye ini bisa menjadi cara cepat untuk meningkatkan penghasilan affiliate kamu. Saya sendiri pernah mendapatkan komisi dua kali lipat dari biasanya saat mengikuti kampanye 9.9 Sale tahun lalu!

7. Tools

Menu Tools menyediakan berbagai alat bantu untuk memudahkan aktivitas affiliate kamu.

Salah satu tool yang paling berguna adalah Deep Link Generator, yang memungkinkan kamu membuat custom link untuk halaman apa pun di Shopee, tidak hanya halaman produk. Ada juga Banner Creator yang bisa kamu gunakan untuk membuat banner promosi menarik untuk website atau blog kamu.

8. Settings

Terakhir, ada menu Settings di mana kamu bisa mengatur preferensi akun, mengubah informasi pribadi, dan mengelola metode pembayaran. Pastikan untuk memeriksa menu ini secara berkala untuk memastikan semua informasi kamu up-to-date, terutama informasi rekening bank untuk penerimaan komisi.

Dari pengalaman pribadi, saya menemukan bahwa menghabiskan waktu untuk memahami dashboard ini sangat berharga. Pada awalnya, saya hanya fokus pada membuat link dan mempromosikannya, tanpa terlalu memperhatikan data dan laporan.

Hasilnya? Komisi yang tidak optimal. Setelah saya mulai menganalisis data dari Reports dan menyesuaikan strategi promosi berdasarkan produk yang paling diminati, komisi saya meningkat hampir 40% dalam sebulan!

Strategi Menghasilkan Komisi dari Shopee Affiliate

Nah, sekarang kamu sudah memiliki akun Shopee Affiliate dan memahami cara menggunakan dashboard-nya. Pertanyaan selanjutnya adalah: bagaimana cara mengoptimalkan penghasilan dari program ini? Berdasarkan pengalaman pribadi dan banyak diskusi dengan sesama affiliate marketer, berikut adalah beberapa strategi yang terbukti efektif:

1. Pilih Produk yang Tepat

Tidak semua produk di Shopee akan memberikan hasil yang sama. Beberapa tips dalam memilih produk:

  • Fokus pada produk dengan komisi tinggi – Shopee Mall dan produk dengan label Star+ biasanya menawarkan komisi lebih tinggi.
  • Promosikan produk yang relevan dengan audiensmu – Jika kamu punya blog tentang kecantikan, promosikan produk skincare atau makeup.
  • Perhatikan harga produk – Produk dengan harga menengah (Rp100.000 – Rp500.000) biasanya memiliki tingkat konversi lebih tinggi dibanding produk sangat murah atau sangat mahal.
  • Cek rating dan ulasan produk – Produk dengan rating tinggi dan banyak ulasan positif lebih mudah dipromosikan.

Saya pernah mencoba mempromosikan produk fashion murah (di bawah Rp50.000) dan produk elektronik premium (di atas Rp2 juta). Hasilnya? Produk fashion mendapat banyak klik tapi sedikit konversi, sementara produk elektronik mendapat sedikit klik tapi hampir tidak ada konversi. Setelah beralih ke produk skincare dan perawatan rumah dengan harga menengah, tingkat konversi saya meningkat signifikan!

2. Buat Konten Berkualitas

Konten adalah raja dalam affiliate marketing. Beberapa jenis konten yang efektif:

  • Review produk detail – Buat ulasan jujur tentang produk yang kamu promosikan, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya.
  • Artikel perbandingan – Bandingkan beberapa produk serupa untuk membantu pembaca membuat keputusan.
  • Tutorial dan how-to – Tunjukkan cara menggunakan produk dengan benar untuk mendapatkan hasil maksimal.
  • Unboxing dan first impression – Bagikan pengalaman pertamamu menggunakan produk tersebut.
  • List produk terbaik – Buat daftar “10 Produk Terbaik untuk…” yang mencakup beberapa produk dari Shopee.

Dari semua jenis konten di atas, saya menemukan bahwa artikel perbandingan dan list produk terbaik menghasilkan konversi tertinggi. Orang-orang suka melihat opsi-opsi yang tersedia sebelum membuat keputusan pembelian.

3. Optimalkan Penempatan Link

Di mana kamu menempatkan link affiliate bisa sangat memengaruhi tingkat klik dan konversi:

  • Sematkan link di awal, tengah, dan akhir artikel – Berikan beberapa kesempatan bagi pembaca untuk mengklik.
  • Gunakan call-to-action (CTA) yang jelas – Misalnya “Beli Sekarang di Shopee” atau “Cek Harga Terbaru”.
  • Tambahkan link di caption foto produk – Orang sering tertarik setelah melihat gambar produk.
  • Buat button khusus – Button berwarna mencolok dengan CTA jelas biasanya mendapat lebih banyak klik dibanding link teks biasa.
  • Gunakan shortlink atau bitly – Link yang lebih pendek dan rapi terlihat lebih profesional dan mendapat lebih banyak kepercayaan.

Satu trik yang saya temukan efektif adalah menambahkan “urgency” pada CTA, seperti “Beli Sekarang Sebelum Kehabisan” atau “Dapatkan Diskon 50% Hanya Hari Ini”. Ini mendorong orang untuk segera mengambil tindakan.

4. Manfaatkan Media Sosial dengan Tepat

Media sosial adalah saluran promosi yang sangat powerful untuk affiliate marketing:

  • Instagram – Ideal untuk produk visual seperti fashion, makeup, dan home decor. Gunakan Instagram Stories dengan fitur “Swipe Up” (jika followers kamu sudah 10k+) atau tambahkan link di bio.
  • TikTok – Platform yang sedang naik daun ini sangat efektif untuk demo produk singkat dan menarik. Tambahkan link di bio atau gunakan TikTok Shop jika sudah eligible.
  • YouTube – Sempurna untuk review produk detail, unboxing, dan tutorial. Tambahkan link affiliate di deskripsi video.
  • Facebook – Bagus untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam. Buat post informatif dengan link atau gunakan Facebook Groups untuk komunitas tertentu.
  • Twitter/X – Cocok untuk flash sale dan promosi terbatas waktu. Tweet singkat dengan link bisa mendapat banyak klik jika timing-nya tepat.

Dari semua platform di atas, saya pribadi mendapatkan hasil terbaik dari Instagram dan TikTok. Video pendek yang menunjukkan produk dalam aksi nyata terbukti sangat efektif dalam mendorong konversi.

5. Ikuti Kampanye dan Promo Shopee

Shopee sering mengadakan kampanye besar seperti 2.2, 3.3, 4.4, dan seterusnya hingga puncaknya di 11.11 dan 12.12. Ini adalah waktu terbaik untuk mempromosikan produk karena:

  • Banyak produk mendapat diskon besar
  • Shopee sering memberikan komisi tambahan selama kampanye
  • Orang-orang lebih tertarik berbelanja selama periode promo
  • Traffic ke Shopee meningkat signifikan

Jangan lupa untuk merencanakan kontenmu beberapa hari sebelum kampanye dimulai agar audiensmu sudah siap ketika promo diluncurkan. Saya biasanya mulai mempromosikan produk 3-5 hari sebelum kampanye besar, dan hasilnya selalu memuaskan!

Cara Atur Fitur Program Afiliasi Shopee

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Dalam perjalanan saya sebagai Shopee Affiliate, saya telah melakukan (dan menyaksikan) berbagai kesalahan yang bisa menghambat kesuksesan. Mari belajar dari pengalaman ini agar kamu tidak mengulangi kesalahan yang sama:

1. Mempromosikan Terlalu Banyak Produk Sekaligus

Kesalahan klasik para pemula adalah mencoba mempromosikan puluhan atau bahkan ratusan produk sekaligus. Ini justru membuat audiensmu bingung dan tidak fokus. Lebih baik fokus pada 5-10 produk berkualitas dan buat konten mendalam tentang produk-produk tersebut.

Saya pernah mencoba mempromosikan 30 produk skincare dalam satu artikel, dan hasilnya? Hampir tidak ada konversi. Setelah saya memecah artikel tersebut menjadi beberapa artikel yang lebih fokus (misalnya “5 Serum Vitamin C Terbaik di Shopee”), tingkat konversi meningkat drastis.

2. Tidak Jujur Tentang Produk

Melebih-lebihkan kualitas produk atau menyembunyikan kekurangannya mungkin bisa menghasilkan beberapa penjualan di awal, tapi ini akan merusak kepercayaan audiensmu dalam jangka panjang. Selalu berikan ulasan jujur, termasuk kelebihan dan kekurangan produk.

Saya pernah merekomendasikan sebuah produk tanpa mencobanya terlebih dahulu, hanya berdasarkan deskripsi dan rating di Shopee. Ternyata produk tersebut tidak sesuai ekspektasi, dan beberapa pengikut saya yang membeli berdasarkan rekomendasi saya merasa kecewa.

Sejak saat itu, saya berjanji untuk selalu mencoba produk terlebih dahulu atau setidaknya melakukan riset mendalam sebelum merekomendasikannya.

3. Mengabaikan Analitik dan Data

Banyak affiliate marketer hanya fokus pada membuat konten dan menyebarkan link, tanpa menganalisis data performa. Padahal, data ini sangat berharga untuk mengoptimalkan strategi kamu. Luangkan waktu untuk mempelajari laporan di dashboard Shopee Affiliate dan sesuaikan strategi berdasarkan data tersebut.

Setelah saya mulai rutin menganalisis data (biasanya setiap akhir minggu), saya menemukan pola menarik: produk perawatan rambut mendapat konversi tertinggi di hari Jumat-Minggu, sementara produk perawatan wajah lebih laku di awal minggu. Dengan menyesuaikan jadwal posting berdasarkan pola ini, komisi saya meningkat sekitar 25%.

4. Tidak Konsisten

Affiliate marketing adalah permainan jangka panjang. Banyak pemula yang antusias di awal tapi kemudian menyerah ketika tidak melihat hasil instan. Konsistensi adalah kunci kesuksesan dalam bisnis ini.

Tiga bulan pertama saya sebagai Shopee Affiliate, penghasilan saya hanya sekitar Rp200.000-Rp300.000 per bulan. Hampir saja saya menyerah, tapi saya memutuskan untuk tetap konsisten membuat konten berkualitas. Di bulan ke-6, penghasilan saya melonjak menjadi Rp1,5 juta, dan terus meningkat setelahnya.

5. Mengabaikan Aspek Legal

Pastikan kamu selalu mengikuti ketentuan Shopee Affiliate dan peraturan terkait konten digital di Indonesia. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Selalu cantumkan disclosure bahwa kamu menggunakan link affiliate
  • Jangan melakukan click fraud atau mendorong orang lain melakukannya
  • Hindari mempromosikan produk palsu atau ilegal
  • Patuhi ketentuan platform media sosial yang kamu gunakan

Mengabaikan aspek legal bisa berakibat penutupan akun Shopee Affiliate kamu, atau bahkan masalah hukum yang lebih serius.

Kesimpulan dan Langkah Selanjutnya

Ilustrasi kesimpulan dan langkah selanjutnya dalam perjalanan Shopee Affiliate

Shopee Affiliate menawarkan peluang menarik bagi siapa saja yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan dengan memanfaatkan platform digital yang dimiliki.

Dari pengalaman pribadi dan banyak affiliate marketer sukses lainnya, program ini bisa menghasilkan pendapatan yang cukup signifikan jika dijalankan dengan strategi yang tepat dan konsisten.

Mari kita rangkum poin-poin penting yang telah kita bahas:

  • Shopee Affiliate adalah program yang memungkinkan kamu mendapatkan komisi dari penjualan produk Shopee melalui custom link yang kamu bagikan.
  • Untuk mendaftar, kamu perlu memiliki akun Shopee aktif, platform digital dengan audiens yang cukup, KTP valid, dan rekening bank atas nama sendiri.
  • Proses pendaftaran melibatkan pengisian formulir, upload dokumen pendukung, dan menunggu persetujuan dari tim Shopee.
  • Dashboard Shopee Affiliate menyediakan berbagai fitur untuk membuat link, melacak performa, dan melihat laporan komisi.
  • Strategi sukses meliputi pemilihan produk yang tepat, pembuatan konten berkualitas, penempatan link yang optimal, pemanfaatan media sosial, dan partisipasi dalam kampanye Shopee.
  • Hindari kesalahan umum seperti mempromosikan terlalu banyak produk, tidak jujur, mengabaikan data, tidak konsisten, dan melanggar ketentuan legal.

Jika kamu baru memulai perjalanan sebagai Shopee Affiliate, ingatlah bahwa kesuksesan tidak datang dalam semalam. Dibutuhkan waktu, konsistensi, dan pembelajaran terus-menerus untuk mencapai hasil yang optimal. Jangan berkecil hati jika di awal penghasilanmu tidak sesuai harapan. Terus belajar, eksperimen dengan berbagai strategi, dan yang terpenting, dengarkan audiensmu.

Langkah selanjutnya setelah membaca artikel ini adalah mulai mendaftar (jika belum) atau mengoptimalkan strategi yang sudah ada (jika sudah menjadi affiliate).

Mulailah dengan skala kecil, fokus pada beberapa produk yang benar-benar kamu pahami dan minati. Buat konten berkualitas tentang produk tersebut, bagikan di platform digitalmu, dan mulai analisis hasilnya.

Ingatlah bahwa kesuksesan dalam Shopee Affiliate adalah perjalanan, bukan tujuan. Teruslah belajar, beradaptasi, dan mengoptimalkan strategimu seiring waktu. Dan yang terpenting, jadilah autentik dan jujur dalam semua rekomendasimu. Karena pada akhirnya, kepercayaan audiens adalah aset paling berharga yang kamu miliki dalam dunia affiliate marketing.

Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu kamu memulai atau mengembangkan perjalanan Shopee Affiliate-mu. Selamat mencoba dan semoga sukses!

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari dalam Affiliate Marketing

Selain tips dan strategi yang sudah dibahas, ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan oleh affiliate marketer pemula yang sebaiknya kamu hindari:

1. Menjual, Bukan Membantu

Salah satu kesalahan terbesar adalah terlalu fokus pada penjualan, bukan pada memberikan nilai kepada audiens. Pendekatan “hard selling” biasanya kurang efektif dalam affiliate marketing. Sebaliknya, fokus pada membantu audiens menyelesaikan masalah atau memenuhi kebutuhan mereka[12].

Alih-alih hanya mempromosikan produk, berikan informasi bermanfaat, jawab pertanyaan umum, dan tunjukkan bagaimana produk tersebut dapat membantu mereka. Ketika audiensmu merasa terbantu, mereka akan lebih cenderung mempercayai rekomendasimu dan melakukan pembelian.

2. Tidak Memahami Produk yang Dipromosikan

Banyak affiliate marketer tergoda untuk mempromosikan produk hanya karena menawarkan komisi tinggi, tanpa benar-benar memahami atau menggunakan produk tersebut. Ini adalah kesalahan fatal yang bisa merusak kredibilitasmu[12][13].

Sebelum mempromosikan produk, pastikan kamu memahaminya dengan baik, idealnya dengan menggunakannya sendiri. Jika tidak memungkinkan untuk membeli produk tersebut, setidaknya lakukan riset mendalam tentang fitur, manfaat, dan kekurangannya. Dengan pemahaman yang baik, kamu bisa memberikan rekomendasi jujur dan mendetail yang akan dihargai oleh audiensmu.

3. Mengabaikan Kualitas Konten

Dalam upaya untuk menghasilkan banyak konten, beberapa affiliate marketer mengkompromikan kualitas. Artikel yang ditulis asal-asalan, tidak relevan, atau tidak memberikan nilai nyata dapat merusak kredibilitasmu dan peringkat SEO-mu[9].

Prioritaskan kualitas daripada kuantitas. Luangkan waktu untuk membuat konten yang informatif, menarik, dan memberikan nilai nyata bagi audiensmu. Ini tidak hanya membantu membangun kepercayaan, tetapi juga meningkatkan SEO situsmu, yang berujung pada peringkat lebih tinggi dan lebih banyak traffic organik.

4. Mempromosikan Terlalu Banyak Produk

Mempromosikan terlalu banyak produk sekaligus adalah kesalahan umum yang bisa membingungkan audiensmu dan mengurangi kredibilitasmu[7][9]. Pendekatan “menjaring sebanyak mungkin ikan” ini jarang berhasil dalam affiliate marketing.

Sebaiknya fokus pada beberapa produk berkualitas tinggi yang benar-benar kamu yakini dan relevan dengan audiensmu. Ini memungkinkanmu untuk membuat konten yang lebih mendalam dan persuasif. Ingat, lebih baik mempromosikan sedikit produk dengan baik daripada banyak produk dengan buruk.

5. Mengabaikan Analitik dan Data

Banyak affiliate marketer hanya fokus pada membuat konten dan menyebarkan link, tanpa menganalisis data performa. Tanpa pemantauan dan optimasi yang berkelanjutan, sulit untuk meningkatkan ROI dan upaya pemasaranmu[6][10].

Gunakan analitik untuk mengevaluasi efektivitas kampanyemu dan melacak performa. Pantau metrik seperti klik, konversi, dan komisi untuk mengidentifikasi apa yang berhasil dan apa yang perlu ditingkatkan. Pemantauan rutin memberikan peluang untuk meningkatkan ROI dan mengoptimalkan upaya pemasaranmu.

6. Tidak Membangun Email List

Banyak affiliate marketer meremehkan kekuatan membangun daftar email pelanggan langsung. Mereka hanya fokus pada mendatangkan traffic ke situs mereka dan berharap konversi langsung, melewatkan manfaat jangka panjang dari membangun hubungan dengan audiens melalui email marketing[9].

Mulailah membangun daftar email sejak hari pertama. Email marketing memungkinkanmu untuk tetap berhubungan dengan audiensmu, membangun kepercayaan dari waktu ke waktu, dan mempromosikan produk baru atau penawaran khusus. Ini juga memberikan nilai remarketing kepada pelanggan yang sudah tertarik dengan kontenmu.

7. Mempromosikan Produk yang Tidak Dapat Diandalkan

Mempromosikan produk yang tidak autentik atau berkualitas rendah bisa merusak reputasimu dan kepercayaan audiensmu. Sebelum mempromosikan produk, pastikan produk tersebut autentik dan bukan penipuan[13].

Lakukan riset menyeluruh tentang produk dan perusahaan di baliknya. Baca ulasan dari pelanggan lain dan, jika memungkinkan, uji produk itu sendiri. Jika kamu menemukan produk yang buruk, jangan ragu untuk menulis ulasan jujur dan memperingatkan audiensmu. Ini akan membangun kepercayaan antara kamu dan audiensmu.

Meningkatkan Konversi dalam Affiliate Marketing

Strategi meningkatkan konversi dalam affiliate marketing

Setelah menghindari kesalahan umum, langkah selanjutnya adalah mengoptimalkan strategi untuk meningkatkan konversi. Berikut beberapa strategi efektif yang bisa kamu terapkan:

1. Tawarkan Kupon dan Diskon

Jika tujuan konversimu adalah penjualan affiliate, kupon atau kode diskon bisa membantu meningkatkan konversi. Menurut penelitian, 90% konsumen mencari diskon, kupon, atau reward cashback saat berbelanja online[2].

Kupon juga bisa meningkatkan click-through rate link affiliatemu dan mendorong lebih banyak calon pelanggan ke situsmu. Pertimbangkan untuk menawarkan promosi terbatas waktu untuk menciptakan rasa urgensi: “Kamu bisa memberikan konsumen apa yang mereka cari sambil menciptakan rasa urgensi seputar pembelian.”[2]

2. Sederhanakan Proses Pembelian

Proses checkout yang user-friendly sangat penting untuk meningkatkan conversion rate penjualan. “Sekitar 70% konsumen meninggalkan keranjang belanja mereka pada titik pembelian,” yang bisa mengindikasikan adanya friksi dalam proses pembelian[2].

Pastikan proses checkout dan pembayaran menerima berbagai bentuk pembayaran dan memudahkan pelanggan menyelesaikan pembelian. Kamu juga bisa meningkatkan conversion rate dengan pengiriman cepat dan gratis, serta badge kepercayaan. Hindari mewajibkan pengguna membuat akun dan ikuti praktik terbaik checkout e-commerce untuk membangun kepercayaan[2].

3. Personalisasi Landing Page

Jika partner affiliatemu—terutama influencer—mengirimkan traffic ke websitemu, mereka biasanya memanfaatkan reputasi mereka. Ini berarti menyesuaikan landing page untuk mengakui pengaruh partner affiliate bisa meningkatkan conversion rate secara signifikan[1].

Menonjolkan nama partner atau menampilkan logo mereka secara menonjol di landing page menciptakan pengalaman yang lebih menarik dan relevan bagi pengunjung yang dirujuk oleh mereka. Kamu juga bisa menggunakan popup welcome atau exit yang dipersonalisasi untuk memperkuat kontribusi partner affiliate[1].

4. Implementasikan A/B Testing

A/B testing adalah alat yang powerful untuk mengoptimalkan kampanye affiliatemu. Dengan menguji berbagai elemen seperti headline, gambar, copy, dan CTA, kamu bisa mengidentifikasi apa yang paling efektif untuk audiensmu[1].

Gunakan kekuatan AI dan lupakan kesulitan manual dari A/B testing tradisional. Dengan data yang diperoleh dari A/B testing, kamu bisa membuat keputusan berbasis data untuk meningkatkan conversion rate dan ROI kampanyemu[1].

5. Optimalkan Halaman Produk

Halaman produk yang dioptimalkan bisa secara signifikan meningkatkan conversion rate. Pastikan halaman produkmu menyediakan informasi yang komprehensif, gambar berkualitas tinggi, dan testimoni pelanggan[1].

Ubah halaman produkmu menjadi halaman penjualan yang high-converting dengan bantuan Smart Product Page Optimizer. Halaman yang dioptimalkan dengan baik bisa meningkatkan kepercayaan, mengurangi keraguan pembelian, dan mendorong lebih banyak konversi[1].

Dengan menerapkan strategi-strategi ini dan terus belajar dari pengalaman, kamu bisa memaksimalkan potensi penghasilanmu dari Shopee Affiliate. Ingat, kesuksesan dalam affiliate marketing adalah tentang membangun kepercayaan, memberikan nilai, dan konsisten dalam upayamu. Selamat mencoba!